LATAR BELAKANG
Lembaga/organisasi yang baik memiliki sistem tatakelola yang baik untuk mengatur operasional lembaga/organisasi itu sendiri. Tata kelola yang baik (good Credit Union Governance) diperlukan untuk mencegah atau meminimalisir human eror. Suksesi kepemimpinan adalah salah satu bagian penting dari sestem tatakelola yang perlu diatur dan dipersiapkan lengan baik agar kepemimpinan tidak stagnan, dan akan tersedia orang – orang yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan secara mulus. Dengan demikian dapat dipastikan organisasi tersebut sehat dan dapat berkelanjutan.
Apa yang menjadi latar belakang berdirinya Puskopdit baru di Kal Bar ?
Berangkat dari situasi yang tidak kondusif di lingkungan Koperasi Sekunder dengan issu krusial kepemimpinan dan suksesi pimpinan.
Koperasi Sekunder pra Puskopdit BK3D, BK3D Kalimantan, dan BKCU Kalimantan.
Koperasi Sekunder yang berbasis di Kal Bar, pada awalnya hanya beranggotakan CU – CU Primer yang ada di Kal Bar. Namun kemudian keanggotaan diperluas sampai wilayah Kalimantan secara keseluruhan oleh karena itu berubah nama menjadi BK3D Kalimantan. Perkembangan berikutnya keanggotaan tidak hanya dari wilayah Kalimantan, tapi meluas ke seluruh wilayah Indonesia, nama BK3D Kalimantan, berubah lagi menjadi BKCU Kalimantan disingkat BKCUK. Secara keanggotaan dan asset perkembangan BKCUK sangat pesat, namun tidak didukung oleh sistem dan tatakelola yang baik. Situasi ini menimbulkan masalah- masalah sebagai berikut :
 Konflik kepentingan dan krisis kepemimpinan.
Organisasi dikendalikan oleh kekuasaan jabatan, mengabaikan etika bisnis, sistem dan prosedur, serta nilai demokrasi. Kepemimpinan di BKCU melanggengkan kekuasaan yang tidak sehat. (Pada AD/ART yg telah disahkan dlm RAT 2010, memungkinkan seseorang menjadi pengurus seumur hidup). Saran dan masukan dari CU besar di Kalbar untuk melakukan estafet kepengurusan secara jujur, terbuka, adil dan demokratis tidak direspon secara baik
 Operasional organisasi yang tidak efektif dan efisien.
Jumlah Kopdit/CU primer yang bernaung di bawah Puskopdit BKCU Kalimantan terlalu banyak dan wilayah pelayanan yang sangat luas, sehingga pembinaan, pendampingan dan kontrol terhadap CU- CU Primer di wilayah Kalimantan Barat terabaikan, tidak efektif dan efisien. Dari 46 CU 26 CU berada diluar KalBar.
 Investasi yang menggunakan dana lembaga tapi tujuan dan penggunaan dana tersebut tidak jelas, diluar control menybabkan kerugian yang cukup besar, dan tidak dipertanggungjawabkan.
Investasi dalam jaringan BKCUK (sejak th 2005 – 2010) bersumber dari dana SPD, JALINAN, dan Iuran Solidaritas. Berinvestasi bukan sesuatu yang jahat, namun menjadi tidak baik ketika tidak dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan melenceng dari niat awal. Apalagi kemudian dana-dana tersebut tidak dapat kembali karena usaha tempat investasi sesungguhnya sangat tidak layak alias nyaris fiktif.
Kepemimpinan BKCUK gagal membangun kebersamaan gerakan di Kal Bar.
 Hubungan Puskopdit lain dengan BKCUK tidak harmonis, sehingga ada pembatasan interaksi antar Primer hal tersebut menyulitkan anggotanya untuk saling berinteraksi dengan CU/PUSKOPDIT lain (dianggap melanggar kode Etik). Hal ini bertentangan dengan nilai solidaritas dan kebersamaan Credit Union. Pada akhirnya seluruh gerakan CU Kal Bar menjadi tidak kuat, karena terpecah belah.
Belum mau bekerjasama dengan Puskopdit lain di KalBar untuk membangun kekuatan dan strategi bersama gerakan CU Kal Bar.
Pada intinya, BKCUK mengalami krisis kepemimpinan dan gagal membangun gerakan yang solid karena buruknya tatakelola yang diterapkan.
PEMBENTUKAN PUSKOPDIT BORNEO
Situasi dan kondisi lembaga BKCUK yang krisis kepemimpinan menjadi tidak kondisif dan bahkan kehilangan fungsi sebagai Koperasi Sekunder mendorong beberapa CU Primer untuk mengkaji lebih dalam lagi persoalan dan dampaknya baik jangka pendek dan jangka panjang bagi gerakan CU Kal Bar. CU Pancur Kasih dan Lantang Tipo adalah pendiri BKCUK, secara moral bertanggungjawab memastikan terwujud tidaknya cita-cita awal. Pelayanan kepada anggota adalah alasan dan tujuan utama.
Diawali dengan beberapa kali pertemuan informal beberapa pengurus CU Pancur Kasih, Pengurus CU Lantang Tipo dan Pengurus CU Keluarga Kudus( Stephanus Godang, Norberta Yati Lantok, dan Fransisikus Andi Aziz, diskusi di restoran SARI BENTO Pontianak, membuat wacana keluar dari BKCUK. Disepakatilah Ibu Norberta Yati Lantok untuk melakukan konsultasi dan konsolidasi dengan beberapa pihak terkait dan beberapa primer dan mempersiapkan pertemuan formal. Wacana keluar dari BKCUK mendapat dukungan berbagai pihak dan beberapa primer.
Pertemuan ke 1.
Pada tanggal 1 Mei 2011 di Hotel Grand Kartika Pontianak, dilakukan pertemuan yang dihadiri oleh 4 CU Primer yaitu CU Pancur Kasih, CU Lantang Tipo, CU Keluarga Kudus, dan CU Stella Maris. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menyatukan persepsi, menganalisis situasi internal PUSKOPDIT BKCUK; dampaknya terhadap anggota gerakan di KAL BAR, serta mengkaji prospek keanggotaan jika tetap bertahan atau keluar dari keanggotaan BKCUK. Pertemuan menghasilkan kesepakatan untuk keluar dari BKCUK, namun belum ada kesepakatan apakah akan membentuk PUSKOPDIT baru atau bergabung dengan yang sudah ada. Pilihan harus dikaji lebih mendalam lagi.
Pertemuan ke 2.
Tanggal 27 – 29 Mei 2011, seminar dan lokakarya telaah gerakan Credit Union Kal Bar dengan nara sumber Pastor Bangun, Pr, dari PSE, Sdri. Erma S. Ranik dari DPD Kal Bar. Setelah seminar, dilanjutkan dengan lokakarya yang difasiltasi oleh bapak Paulus Florus. Lokakarya menghasilkan kesepakatan mendirikan koperasi sekunder baru. Nama yang disepakati adalah Borneo. Masa transisi selama 3 bulan sejak 1 Juni 2011, yaitu masa persiapan untuk menyiapkan perangkat organisasi baru, penyelesaian hak dan kewajiban di BKCUK, serta menyiapkan tindakan antisipatif agar pelayanan bagi anggota tidak terganggu. Dari 4 primer yang mengikuti pertemuan, CU Stella Maris batal keluar dari BKCUK,
Pertemuan ke 3
Pada tanggal 21 – 23 Juli 2011, dilaksanakan lokakarya sekaligus pemilihan pengurus secara langsung dan demokratis. Hasilnya adalah terbentuk susunan Kepengurusan PRA PUSKOPDIT BORNEO, yang terdiri dari 7 orang Pengurus dan 3 orang Pengawas dengan masa bakti selama 3 tahun. Pengukuhan Tugas dan Tanggung jawab Pengurus dan Pengawas dilakukan oleh P. Yeremias Yeri, OFM.Cap dan di acara tersebut disaksikan oleh Bapak Romanus Woga dan Abat Elias (Ketua dan General Manager INKOPDIT).
Pendiri Puskopdit Borneo
Susunan Pengurus dan Pengawas Puskopdit Borneo Periode 2011-2013

Pada tanggal 12 – 14 Agustus 2011, diadakan lokakarya Strategic Planning yang difasilitasi oleh : Norberta Yati Lantok, di Wisma Tabor Pusat Damai. CU lantang Tipo menjadi tuan rumah kegiatan. Lokakarya SP menghasilkan rumusan VISI, MISI, Logo, Puskopdit Borneo dan program kerja 3 tahunan.
Tugas Pengurus Pra Puskopdit Borneo yang mendesak adalah: mempersiapkan perangkat organisasi. Tanggal 2 Nopember 2011 Puskopdit Borneo berkantor di jalan 28 Oktober, Siantan kec. Pontianak Utara yang sebelumnya berkantor sementara di kantor CU Lantang Tipo TP Jeruju. Pada tanggal 25 September 2011, mengangkat menejemen dan staf Puskopdit. Pada tanggal 20 Juni 2011 Bapak Stephanus Godang, Ibu Norberta Yati Lantok, dan Ibu Teresia, melaporkan secara resmi keberadaan pra Puskopdit Borneo sekaligus konsultasi ke INKOPDIT. Hasilnya adalah: kita diberi kesempatan untuk memenuhi persyaratan keanggotaan dan menjalani masa binaan. Pra Puskopdit Borneo berstatus sebagai anggota binaan. Di terima dan disahkan menjadi anggota penuh oleh Induk Koperasi Kredit Indonesia (Inkopdit) pada tanggal 19 Mei 2013 di Jakarta dan penyerahan sertifikat keanggotaan pada tanggal 20 Mei 2013 pada saat Rapat Anggota Tahunan Nasional (RATNAS) Inkopdit di Bandung-Jawa Barat bertempat di Hotel Ibis Trans Studio.
Mengurus badan hukum. Pada tanggal 10 November 2011, melalui dinas Koperasi dan UKM Propinsi Badan Hukum dikeluarkan dan diserahkan oleh SEKDA Propinsi KAL BAR secara langsung di Hotel Orchade. Badan Hukum nomor 1335 / BH / X.
Maksud dan harapan dibentuknya Puskopdit Borneo.
Berangkat dari persoalan –persoalan yang menjadi latar belakang berdirinya Puskopdit Borneo, para anggota, pendiri, dan stake holder lainnya menaruh harapan yang besar bahwa Puskopdit Borneo dapat menjadi contoh praktek terbaik perkoperasian khususnya di Kal Bar, memberikan pelayanan secara maksimal untuk pengembangan anggota, serta mampu melakukan inovasi ekonomi kerakyatan.
(ditulis oleh Norberta Yati Lantok, masukan data sebagian dari Andi Aziz, dibaca untuk penyelarasan oleh Stephanus Godang, dicetak/kompilasi oleh Yosaphat).
