federasi

Bukan Sekadar Mengejar Aset: Asian Credit Union Forum 2026 Tegaskan "Pentingnya Memulihkan DNA Koperasi se-Asia"

Diposting TI PUSKOP CU BORNEO 15 September 2026 34x dibaca
Bukan Sekadar Mengejar Aset: Asian Credit Union Forum 2026 Tegaskan "Pentingnya Memulihkan DNA Koperasi se-Asia"

KUALA LUMPUR, MALAYSIA — Rangkaian acara Asian Credit Union Forum 2026, dilaksanakan pada tanggal 10-12 September di Berjaya Times Square Hotel & Convention Center, Kuala Lumpur, Malaysia untuk Tahun Buku 2025. Kegiatan ini diorganisir oleh ACCU (Association of Asian Confederation of Credit Union) dan bertindak sebagai Host adalah ANGKASA (Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad)

Asian Credit Union Forum 2026 dengan tema “Overcoming Unspoken Realities; The Transformation & Resilence Era 2026” merupakan agenda tahunan terbesar bagi para Aktivis Credit Union di kawasan Asia, diikuti oleh 571 (lima ratus tujuh puluh satu) orang peserta yang berasal dari 22 (dua puluh dua) Negara dari  gerakan Credit Union se-Asia. Mereka berkumpul untuk memetakan arah baru tata kelola keuangan mikro yang inklusif, adaptif terhadap teknologi digital, dan kokoh secara regulasi.

Rangkaian kegiatan ACCU Forum 2026 sebagai berikut :

  • Hari Pertama, Kamis 10 September 2026  diawali degan program Coop Visits, yaitu mengunjungi  kantor pusat ANGKASA untuk mempelajari secara langsung ekosistem makro koperasi di Malaysia, dan dilanjutkan dengan kunjugan ke 6 destinasi yaitu ; Malaysia Cooperative Societies Commission (MCSC); Cooperative Institute of Malaysia (CIM); Bank Kerjasama Rakyat Malaysia Berhard; Co-op Bank Pertama (CBP), Koperasi Sahabat Amanah dan The National Land Finance Cooperative Society Limited (NLFCS)
  • Hari Kedua, Jumat 11 September 2026  dimulai dengan Parade Of Nations, Forum Welccome dari ACCU President dan ANGKASA President; Penghargaan Akreditasi ACCES dan CULEG; dilanjutkan dengan sesi plenary I yang dibawakan oleh WOCCU dengan topik ‘Where  Credit Are Headed ?”; plenary II ; How do we see The Transformation & Resilence Era 2026 dan plenary III; From  Automation to Empowerment. Sesi sore hari terbagi kedalam 3 sesi breakout  yaitu ; Organnization Renewal and Governance – From Drift to Drive; Member Engagement and Social Impact – Member Reconnection, Innovation, Integration and Advocacy – The Cooperative Value Charter.  Sesi malam ditutup dengan dengan acara Malaysian Night.
  • Hari Ketiga, Sabtu 11 September 2026  ; kegiatan dibuka dengan plenary 4 ; Youth Powered, Values-Driven – The New Credit Union Story; plenary 5 ; Benchmarking Brilliance – Lesson from Korea’s Credit Union Movement, dan Integration and Advocacy dilanjutkan dengan 3 sesi breakout yaitu organizational Renewal and Governance – The Purpose Dashboard; Member Engagement and Social Impact – From Numbers to Narratives, Member Reconnection, Innovation, Integration and Advocacy – One Movement, kemudian dilanjutkan dengan 3 sesi breakout pada sore hari yaitu, The Values Tool for Credit Unions; Climate Proofing the Futures; Policy Edge,  yang ditutup dengan plenary 6 “From Balance Sheet to Belief Systems  dan plenary 7 “Commitment and Closing” kemudian ditutup dengan acara International Night.

Memasuki agenda utama, perwakilan gerakan koperasi tingkat global membedah lima pilar krusial untuk mempercepat transformasi gerakan ke depan:

1. Arah Strategis & Transformasi Digital

  • Adopsi Generative AI: sesi ini menekankan pentingnya adopsi Generative AI untuk menggeser fokus teknologi dari sekadar otomatisasi efisiensi menuju pemberdayaan nyata anggota (empowerment). AI akan digunakan untuk optimalisasi layanan dan efisiensi keuangan tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar Koperasi. Paparan ini disampaikan oleh perwakilan Fortress Digital Services Indonesia bersama IT Manager PUSKOPCUINA.
  • Mitigasi Perubahan Iklim (Climate-Proofing): Menjadikan ketahanan iklim sebagai strategi keberlangsungan bisnis (survival strategy) melalui penyaluran kredit ramah lingkungan (green finance) yang dirancang untuk membantu anggota bermigrasi ke aktivitas ekonomi yang ramah lingkungan, sekaligus melindungi portofolio aset CU dari risiko jangka panjang akibat perubahan iklim.

2. Reformasi Tata Kelola & Komitmen Nilai

  • Peluncuran Cooperative Values Charter: Association of Asian Confederation of Credit Unions (ACCU) meluncurkan piagam khusus yang mengubah 7 prinsip koperasi menjadi kewajiban hukum yang mengikat bagi para Pengurus. Evaluasi ini dijalankan melalui mekanisme audit tahunan demi mencegah pergeseran misi ke pencarian profit semata (mission drift).
  • Implementasi Purpose Dashboard: sesi ini memperkenalkan alat ukur tata kelola baru berupa dasbor kinerja yang mengintegrasikan kerangka finansial PEARLS ke dalam 6 aspek utama (termasuk kesejahteraan anggota dan integritas kepemimpinan). Hal ini dilakukan agar evaluasi kinerja lembaga tidak lagi hanya terpaku pada laporan keuangan komersial.
  • Kemitraan Pertumbuhan Bersama (Mutual Growth): Mengadopsi model sukses dari NACUFOK Korea Selatan, yaitu menjalin kerja sama kemitraan jangka panjang antara Credit Union modern/mapan dan Credit Union berkembang melalui konsultasi manajemen serta program pertukaran staf.

3. Penyatuan Jaringan & Advokasi Regulasi

  • Gerakan Terintegrasi (One Movement): Para pemimpin didorong untuk berani mengatasi hambatan kultural serta struktural secara internal guna menyatukan gerakan Koperasi menjadi kekuatan ekonomi berskala besar (scale) yang kompetitif di pasar global.
  • Peta Jalan Regulasi (Policy Edge): Menyusun panduan advokasi nasional bagi federasi regional untuk mendesak pemerintah menetapkan aturan yang kondusif terkait izin operasional, batas investasi, akuntabilitas Pengurus, hingga standar kelayakan.

4. Regenerasi & Pemulihan Identitas Koperasi

  • Kekuatan Pemuda (Youth-Powered): sesi ini secara agresif mendorong gerakan pemuda untuk mengubah cara pandang Credit Union dengan melibatkan generasi muda sebagai motor penggerak perubahan (purpose-driven branding) yaitu CU membangun citra merek yang tidak sekadar menjual produk keuangan (seperti simpan-pinjam), tetapi menonjolkan alasan mengapa CU tersebut ada. Hal ini harus termuat dalam MISI dan dinternalisasikan dalam Nilai-nilai CU.
  • Target Partisipasi Aktif: Koperasi ditantang untuk menetapkan target ambisius minimal 80% keterlibatan anggota aktif dalam menabung dan mengangsur pinjaman tepat waktu melalui realisasi program penanganan keanggotaan Member Reconnection.

5. Revitalisasi DNA Koperasi

  • Metrik Kesuksesan Sejati: Menjadi penegasan utama dalam pleno penutup forum yang dipimpin oleh Fr. Fredy Rante Taruk (Penasihat PUSKOPCUINA-Indonesia). Beliau menegaskan kembali pentingnya memulihkan "DNA Koperasi" di tengah kompetisi konvensional. Keberhasilan sejati sebuah Credit Union wajib diukur dari dampak nyata (lived-impact) pada kehidupan anggotanya—seperti ketersediaan dana darurat, kepemilikan rumah layak, serta kebebasan dari jeratan utang—bukan sekadar dari ukuran nominal total aset yang tertera pada neraca laporan keuangan.

Sebagai tindak lanjut dari hasil ACCU Forum 2026, berikut adalah langkah strategis berskala prioritas yang direkomendasikan untuk segera diadopsi dan diimplementasikan oleh Pengurus, Manajemen, serta seluruh CU Primer Anggota Puskop CU Borneo:

A. Pilar Tata Kelola dan Komitmen Nilai (Governance & Values)

  • Adopsi Cooperative Values Charter di Tingkat Primer: Puskop CU Borneo menyusun draf pakta integritas Gerakan Puskop CU Borneo. Pakta ini wajib ditandatangani oleh setiap Pengurus, Pengawas, dan Pimpinan CU Primer Anggota dalam Rapat Anggota, disertai komitmen pelaksanaan Audit Tahunan (bukan hanya audit finansial).
  • Penyusunan Purpose Dashboard Berbasis PEARLS: Mengembangkan sistem pelaporan manajemen bulanan baru. Indikator keberhasilan tidak lagi hanya mengukur pertumbuhan aset dan modal (Metrik PEARLS konvensional), melainkan wajib menampilkan data kesejahteraan anggota (Metrik Wellbeing), seperti rasio anggota yang terbebas dari jeratan rentenir, kepemilikan aset produktif, dan pertumbuhan dana darurat keluarga anggota di CU Primer.
  • Uji Coba Program Kemitraan Internal (Internal Mutual Growth Program): Mereplikasi skema NACUFOK Korea di Gerakan Puskop CU Borneo. Puskop CU Borneo memetakan dan memasangkan CU Primer yang sudah modern/mapan dan memiliki aset besar dengan CU Primer sekunder yang masih berkembang untuk melakukan program pendampingan konsultasi manajemen, pertukaran staf IT/kredit, serta pelatihan praktis bersama selama 1 tahun buku.

B. Pilar Inovasi Teknologi dan Ketahanan Bisnis (Digitalization & Sustainability)

  • Eksplorasi Teknologi Generative AI untuk Pelayanan: Menginisiasi kelompok kerja (Pokja) IT Puskop CU Borneo untuk mulai mempelajari implementasi AI generatif dalam sistem pelayanan. Fokus utamanya adalah penyediaan asisten virtual/chatbot pintar yang mampu mempersonalisasi rekomendasi produk keuangan dan edukasi literasi keuangan bagi anggota berdasarkan profil transaksi mereka.
  • Penerapan Climate Lending (Kredit Ramah Lingkungan): Menyusun kebijakan Green Finance berskala regional. CU Primer Anggota Puskop CU Borneo direkomendasikan untuk meluncurkan produk pinjaman khusus dengan bunga menarik untuk mitigasi iklim, seperti pembiayaan instalasi listrik tenaga surya mandiri, pertanian organik berkelanjutan, serta modal usaha mikro ramah lingkungan guna menyasar komunitas digital natives yang sadar lingkungan.

C. Pilar Pemberdayaan Anggota dan Keterlibatan Aktif (Engagement & Youth)

  • Kampanye Gerakan Member Reconnection Target 80%: Mewajibkan setiap CU Primer melakukan audit data keaktifan anggota. Manajemen harus merancang program aktivasi kembali bagi anggota pasif (anggota yang tidak menabung atau meminjam dalam 6 bulan terakhir) melalui komunikasi berbasis personal guna mengejar target regional minimal 80% anggota aktif terlibat penuh dalam perputaran modal usaha CU.
  • Restrukturisasi Komite Kepemudaan CU (Youth Hub): Mengubah narasi pemasaran koperasi dari gaya konvensional ke bentuk authentic storytelling (penceritaan dampak nyata). Memberikan ruang bagi aktivis muda di setiap CU Primer untuk menjadi digital branding melalui konten video kreatif mengenai kisah sukses anggota yang kehidupannya bertransformasi berkat pelayanan Credit Union.

Gelaran akbar ACCU Forum 2026 ini resmi ditutup dengan malam kebudayaan internasional (International Night). Dalam kesempatan spesial ini, seluruh delegasi, pembicara, dan tamu undangan dari berbagai negara tampil memukau mengenakan busana adat Nasional masing-masing. Pertunjukan seni tradisional, tari, dan lagu daerah yang dibawakan berhasil merekatkan kembali semangat solidaritas universal gerakan Koperasi Kredit Asia untuk terbang lebih tinggi di era ketahanan pasca-2026.

 

Penulis: Kolaborasi Peserta Internal Puskop CU Borneo dengan Bidang Organisasi, SDM dan TI

← Kembali ke daftar berita

Komentar (1)

Yohanes 15 September 2026

Sip

Tinggalkan Komentar