Cooperative Finance: A Steady Signal in a Noisy World – Menjaga Jati Diri, Membangun Transformasi di ICU Day 2026
Dunia hari ini bergerak
dalam ritme yang sangat cepat dan bising. Perubahan teknologi yang disruptif,
fluktuasi ekonomi global, hingga pergeseran industri keuangan menciptakan
lanskap baru yang penuh tantangan. Di tengah pusaran "kebisingan" (noisy
world) ini, lembaga keuangan dituntut untuk terus berubah demi bertahan
hidup.
Bagi gerakan Koperasi
Kredit atau Credit Union (CU), tantangan ini membawa kita pada
sebuah persimpangan yang krusial. Di satu sisi, CU harus terus meningkatkan
profesionalisme, melahirkan inovasi digital, serta memperkuat daya tahan dan
relevansinya agar tidak tergerus zaman. Namun di sisi lain, CU memiliki
garis yang jelas: kita bukanlah lembaga keuangan konvensional murni yang hanya
mengejar profitabilitas melalui produk simpan-pinjam. Kekuatan pembeda dari
Credit Union adalah nilai, prinsip, swadaya, solidaritas, pendidikan, serta
pemberdayaan bagi anggota. Inilah jati diri yang wajib dijaga dengan teguh.
Hal ini sangat sejalan
dengan momentum peringatan International Credit Union Day (ICU Day)
2026. Yang mana tahun ini, World Council of Credit Unions (WOCCU)
menggemakan tema global yang sangat kuat: “Cooperative Finance: A Steady
Signal in a Noisy World” (Keuangan Kooperatif: Sinyal yang Stabil di
Tengah Dunia yang Bising).
Menjadi steady
signal bukan berarti kita antipati terhadap perubahan atau menutup mata
dari modernisasi. Sebaliknya, menjadi sinyal yang stabil berarti kita memiliki
kejelasan yang mutlak mengenai nilai-nilai dasar yang harus dipertahankan,
sekaligus memiliki keberanian dan kelincahan untuk bertransformasi demi masa
depan yang lebih baik.
Sebagai sekunder
nasional dalam Gerakan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI), Induk Koperasi
Kredit (Inkopdit) memandang ICU Day bukan sekadar sebagai perayaan tahunan.
Ini adalah momentum emas untuk merefleksikan perjalanan, membaca perubahan,
meneguhkan jati diri, dan memperkuat arah gerakan ke depan.
Perayaan ICU Day 2026
ini bertujuan untuk menjadikan momentum hari besar ini sebagai ruang
refleksi, pembelajaran, dan konsolidasi Gerakan Koperasi Kredit Indonesia dalam
meneguhkan jati diri sekaligus mempersiapkan Credit Union menghadapi
perubahan dan tantangan masa depan. Secara khusus, kegiatan ini dirancang untuk
mencapai empat tujuan utama:
- Menyediakan Ruang Konsolidasi:
Menjadikan ICU Day sebagai wadah refleksi Gerakan Koperasi Kredit
Indonesia dalam meneguhkan kembali jati diri, memperkuat kebersamaan,
serta menentukan arah gerakan di tengah perubahan zaman.
- Membangun Kesadaran Strategis:
Membangun kesadaran dan perspektif bersama terhadap berbagai perubahan
lingkungan strategis yang dapat mempengaruhi keberadaan, relevansi, daya
saing, dan keberlanjutan Credit Union di masa depan.
- Mendorong Transformasi Adaptif:
Mendorong Credit Union untuk terus beradaptasi dan bertransformasi
tanpa kehilangan jati dirinya sebagai gerakan ekonomi berbasis anggota
yang menjunjung nilai kebersamaan, solidaritas, dan kemandirian.
- Memperkuat Peran Pemberdayaan:
Memperkuat peran Credit Union sebagai gerakan pemberdayaan yang
tidak hanya bertumbuh secara kelembagaan dan finansial, tetapi mampu
memberikan dampak nyata terhadap kemandirian, peningkatan kualitas hidup,
dan kesejahteraan anggota.
Webinar yang
diselenggarakan oleh Inkopdit ini sekaligus menjadi pembukaan dari seluruh
rangkaian Perayaan International Credit Union Day 2026 di lingkungan
Gerakan Koperasi Kredit Indonesia. Semangat perayaan ini selanjutnya diharapkan
akan digaungkan oleh seluruh Puskopdit dan Kopdit Primer melalui berbagai
kegiatan di wilayah masing-masing.
Kegiatan Perayaan ICU
Day 2026 ini dilaksanakan secara daring (online) melalui Zoom Meeting, pada hari Selasa tanggal
13 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 sampai pukul 15.10 WIB.
Webinar nasional ini
diikuti oleh kurang lebih 300 orang peserta lintas pengelola Koperasi
Simpan Pinjam/Kopdit CU dari seluruh Indonesia. Peserta yang hadir mencakup
representasi luas dari unsur Gerakan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI),
meliputi:
- Pengurus, Pengawas, dan Manajemen
Inkopdit;
- Pengurus, Pengawas, dan Manajemen
Puskopdit;
- Pengurus, Pengawas, dan Manajemen
Kopdit Primer;
- Komisaris, Direktur, dan Manajemen
PT Pandai;
- Perwakilan perempuan dan generasi
muda Credit Union;
- Perwakilan pemerintah, gereja, dan
pemangku kepentingan terkait;
- Unsur lain yang memiliki perhatian terhadap pengembangan dan keberlanjutan Credit Union.
Webinar ini mencakup
tiga subtema yang merepresentasikan tiga perspektif penting bagi masa depan Credit
Union, yang disampaikan oleh para pakar dan praktisi kompeten:
- Webinar Sesi 1
- Subtema:
Memetakan Posisi dan Daya Saing Koperasi/Credit Union Dalam
Industri Keuangan 10 - 15 Tahun Mendatang
- Pembicara:
Aries Heru Prasetyo, S.E., M.M. RFP-I, Ph.D.
- Fokus:
Mengajak gerakan untuk membaca perubahan, khususnya perkembangan ekonomi
global dan implikasinya terhadap masa depan koperasi dan Credit Union.
- Webinar Sesi 2
- Subtema:
Membangun Masa Depan Credit Union Tanpa Kehilangan Jati Diri
- Pembicara:
Dr. Titus Odong Kusumajati, MA.
- Fokus:
Mengajak gerakan untuk meneguhkan jati diri dengan merefleksikan
bagaimana Credit Union membangun masa depannya dan melakukan
transformasi tanpa kehilangan nilai dan prinsip dasar.
- Webinar Sesi 3
- Subtema:
Credit Union Sebagai Gerakan Pemberdayaan: Praktek dan Dampak
Pemberdayaan CU Sauan Sibarrung di Tanah Toraja
- Pembicara:
Romo Fredy Rante Taruk
- Fokus:
Mengajak gerakan untuk mewujudkan jati diri melalui pemberdayaan, dengan
melihat pengalaman nyata dan dampak langsung yang dihasilkan bagi anggota
dan masyarakat luas.
Melalui pemaparan tiga
sesi tersebut, pelaksanaan webinar ini diharapkan mampu memberikan empat
manfaat besar bagi kelangsungan gerakan:
- Menguatnya
kesadaran dan semangat bersama di lingkungan Gerakan
Koperasi Kredit Indonesia.
- Terbangunnya
wawasan dan kesiapan gerakan dalam menghadapi
perubahan masa depan, sehingga Credit Union mampu membaca peluang dan
tantangan serta memperkuat relevansi dan posisinya di tengah perkembangan
industri keuangan.
- Menguatnya
pemahaman bahwa transformasi dan keteguhan pada jati diri harus berjalan
beriringan, sehingga perubahan yang dilakukan Credit Union
tetap berakar kuat pada nilai, prinsip, dan tujuan awal keberadaannya.
- Menguatnya
orientasi Credit Union pada pemberdayaan dan kesejahteraan,
sehingga keberhasilan gerakan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan aset
atau kelembagaan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan oleh anggota.
Ketiga perspektif di
atas membawa kita pada satu pemahaman bersama bahwa masa depan Credit Union
tidak cukup hanya dijawab dengan kemampuan bertahan menghadapi perubahan. Credit
Union dituntut untuk mampu membaca perubahan, meneguhkan jati diri, dan
mewujudkan dampak. Dengan demikian, transformasi yang dilakukan tidak hanya
menjaga relevansi dan keberlanjutan kelembagaan, tetapi juga semakin memperkuat
keberadaan Credit Union sebagai gerakan yang memberikan dampak nyata
bagi kehidupan anggota.
Secara keseluruhan,
Perayaan International Credit Union Day 2026 diharapkan menjadi momentum
bersama bagi Gerakan Koperasi Kredit Indonesia untuk merefleksikan perjalanan,
membaca perubahan, meneguhkan jati diri, serta menentukan arah masa depan Credit
Union.
Di tengah berbagai
“kebisingan” zaman, Credit Union dituntut untuk terus beradaptasi dan
bertransformasi tanpa kehilangan nilai, prinsip, dan keberpihakannya pada
pemberdayaan serta kesejahteraan anggota. Melalui rangkaian kegiatan yang
diawali oleh Inkopdit dan selanjutnya digaungkan oleh Puskopdit dan Kopdit
Primer melalui berbagai kegiatan di wilayah masing-masing, semangat “Cooperative
Finance: A Steady Signal in a Noisy World” diharapkan semakin memperkuat
kebersamaan dan komitmen gerakan. Mari kita bersama-sama membangun Credit
Union yang relevan, berdaya, dan berkelanjutan di masa depan.
Selamat Hari Credit Union Internasional! Tetaplah Menjadi Sinyal Stabil yang Menginspirasi Dunia.
Penulis: Bidang Organisasi, SDM dan Teknologi Informasi Puskop CU Borneo
← Kembali ke daftar berita