Membidik "The Right Man on the Right Place", Puskop CU Borneo Sukses Gelar Asesmen Kompetensi Karyawan 2026
Puskop CU Borneo menyelenggarakan Asesmen Kompetensi Karyawan Tahun Buku 2026, untuk memastikan penempatan kerja yang tepat (the right man on the right place) demi pelayanan anggota yang berkelanjutan. Pilar utama dari kokohnya Puskop CU Borneo berada di tangan jajaran Sumber Daya Manusia (SDM) yang menggerakkannya.
Sebagai lembaga yang bergerak
di sektor usaha Simpan Pinjam sekaligus menjadi motor pemberdayaan Anggota,
Puskop CU Borneo menyadari bahwa tantangan ke depan tidak bisa dijawab dengan
cara yang biasa. Tetapi dibutuhkan
jajaran karyawan yang tidak sekedar cakap bekerja, melainkan memiliki paket
komplit: kompetensi tinggi, integritas, dan kapasitas kerja yang prima.
Pertumbuhan organisasi
yang semakin dinamis, memastikan setiap individu berada di posisi terbaiknya menghidupkan
prinsip the right man on the right place bukan lagi menjadi pilihan,
melainkan keharusan. Puskop CU Borneo berkomitmen untuk membuat peta kekuatan individu
setiap karyawan melalui evaluasi berkala yang objektif terhadap kompetensi
psikologis dan perilaku kerja.
Langkah ini diwujudkan
melalui agenda besar Asesmen Kompetensi Karyawan yang dilaksanakan pada Tahun
Buku 2026.
Urgensi perubahan ini
disuarakan dengan tegas oleh Bapak Yacobus Juliannelis, S.T., M.Sos. Wakil
Ketua Pengurus yang membidangi SDM, dalam sambutannya saat membuka kegiatan
Beliau menggarisbawahi:
"Kedepannya, siapa
pun yang akan direposisi, dirotasi, maupun dipromosikan, wajib dilakukan
asesmen kompetensi terlebih dahulu. Langkah ini sangat penting dilakukan supaya
tidak ada kekeliruan dalam penempatan karyawan, sekaligus menjadi dasar yang kuat
bagi lembaga dalam mendevelop (mengembangkan) kapasitas SDM yang ada di Puskop
CU Borneo."
Rangkaian asesmen yang
berlangsung selama dua hari, dari Selasa-Rabu, 29–30 September 2026 di Kantor
Puskop CU Borneo, melibatkan seluruh karyawan.
Hari pertama dibuka
oleh pengurus yang langsung disambut dengan sesi Psikotes. Sesi ini
dirancang untuk memetakan potensi kecerdasan, kepribadian, gaya kerja, hingga
benih-benih kepemimpinan masa depan.
Keseruan berlanjut pada
sesi siang melalui Focus Group Discussion (FGD). Dalam diskusi kelompok
tanpa pemimpin ini, dinamika interaksi, cara berpikir kritis, dan kemampuan
bekerja sama para peserta diuji secara natural sebelum akhirnya ditutup pada
pukul 16.00 WIB.
Memasuki hari kedua,
fokus beralih pada metode Behavioral Event Interview (BEI). Metode
wawancara mendalam ini menelisik rekam jejak keberhasilan kerja berbasis
perilaku nyata di masa lalu untuk mengukur kesiapan kompetensi di setiap
jabatan secara valid.
Melalui pendekatan
ilmiah dan terukur ini, investasi waktu dan energi yang dikeluarkan akan
bermuara pada manfaat yang luar biasa besar:
- Bagi Lembaga:
Asesmen ini menghasilkan talent mapping yang akurat guna
meminimalkan risiko salah penempatan (mismatch) serta menjadi
kompas utama dalam menyusun program pelatihan (Learning &
Development) yang tepat sasaran.
- Bagi Karyawan:
Momen ini menjadi cermin refleksi untuk meningkatkan kesadaran diri (self-awareness)
atas kelebihan mereka, sekaligus memberikan kepastian arah pengembangan
karier yang objektif.
Pascakegiatan,
manajemen telah menyiapkan rencana tindak lanjut yang terstruktur. Rencana ini
dimulai dari penyusunan laporan psikogram oleh tim konsultan, diskusi evaluasi
internal bersama Pengurus, perancangan program pengembangan spesifik untuk memperbaiki
(gap) kompetensi, hingga pemanfaatan data ini sebagai salah satu
pertimbangan utama dalam suksesi, reposisi, dan promosi jabatan.
Langkah transformatif
melalui Asesmen Kompetensi 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa Puskop CU Borneo berkomitmen
dalam mengelola modal manusianya. Dengan fondasi SDM yang
tangguh, adaptif, dan berintegritas, Puskop CU Borneo siap menghadirkan
pelayanan prima dan memperluas dampak pemberdayaan Anggota secara profesional dan
berkelanjutan.
Penulis: Bidang Organisasi, SDM dan Teknologi Informasi Puskop CU Borneo
← Kembali ke daftar berita