Puskop CU Borneo menggelar diklat analisa laporan keuangan berbasis standar PEARLS untuk pengelola CU Primer Anggota
PONTIANAK
– Sebagai lembaga sekunder yang mengemban mandat untuk melakukan pembinaan,
pengembangan, dan penguatan kapasitas anggotanya, Puskop CU Borneo
secara resmi menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Analisa Laporan
Keuangan. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula PSE Keuskupan Agung Pontianak
selama tiga hari, tepatnya pada 19–21 Agustus 2026.
Pelatihan
ini diikuti oleh 21 (dua puluh satu) orang peserta yang merupakan
perwakilan pengelola dari 3 (tiga) Credit Union (CU) Primer Anggota,
yaitu KSP CU Lantang Tipo, KSP CU Pancur Kasih, dan KSP Credit
Union Keluarga Kudus. Bertindak sebagai fasilitator dalam kegiatan ini
adalah Bapak Yosaphat, S.E., M.M., selaku Kepala Bidang (Kabid)
Pengembangan Anggota Puskop CU Borneo yang sangat berpengalaman dalam
memfasilitasi kegiatan baik dinternal Puskop CU Borneo maupun CU Primer Anggota,
dimana beliau telah tersertifikasi Fasilitator oleh BNSP.
Menjawab
Tantangan Pengelolaan Finansial Modern
Kegiatan
ini diinisiasi berdasarkan hasil evaluasi terhadap berbagai kendala nyata yang
masih dihadapi oleh CU Primer di lapangan. Selama ini, analisis laporan
keuangan di tingkat primer sering kali baru sebatas membaca angka-angka mentah
tanpa mendalami makna mendalam serta implikasi strategis di baliknya.
Akibatnya, proses pengambilan keputusan manajemen masih lebih banyak bersandar
pada pengalaman intuitif (feeling) dibandingkan pada hasil analisis data
yang objektif.
Selain
itu, instrumen dan indikator kesehatan keuangan penting seperti standar PEARLS,
analisis tren (trend analysis), rasio keuangan, common size analysis,
hingga cash flow analysis belum dimanfaatkan secara optimal.
Keterbatasan ini membuat manajemen CU kerap mengalami kesulitan dalam
mengidentifikasi akar penyebab masalah krusial, seperti menurunnya kualitas
aset produktif, melonjaknya angka kredit lalai (Portfolio at Risk/PAR),
rendahnya efisiensi operasional, hingga lemahnya struktur permodalan. Tantangan
ini diperparah dengan belum tersedianya dashboard analisis yang mampu
mendukung monitoring dan pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.
Melihat
urgensi tersebut, Puskop CU Borneo hadir memfasilitasi peningkatan kompetensi
para pengelola melalui pelatihan yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman
konsep teoritis. Dalam sesi diklat ini, setelah menerima paparan teori dari
fasilitator, para peserta langsung diajak praktik melakukan analisa terhadap
laporan keuangan dari lembaga masing-masing menggunakan media laptop.
Pendekatan praktis ini memastikan para pengelola pulang membawa kemampuan nyata
dan interpretasi data yang tajam untuk unit kerja mereka.
Tujuan
dan Sasaran Pelatihan
1. Secara umum, pelatihan ini bertujuan
untuk meningkatkan kapasitas operasional dan analitis peserta dalam
menginterpretasikan laporan keuangan serta mendiagnosa kesehatan keuangan unit
kerja berbasis standar PEARLS. Melalui kompetensi ini, para pengelola
diharapkan mampu mengambil keputusan manajemen risiko dan bisnis yang tepat
demi menjaga keberlanjutan (sustainability) CU di masa depan.
2. Secara khusus, melalui pelatihan ini,
para peserta diharapkan mampu:
- Mengetahui arti penting dan manfaat
informasi finansial dalam tata kelola organisasi guna
mewujudkan transparansi dan akuntabilitas.
- Menguasai teknik analisis rasio
keuangan untuk mengukur profitabilitas, likuiditas,
solvabilitas, dan efisiensi operasional secara akurat.
- Melakukan analisis perbandingan
vertikal, horizontal, serta tren kinerja dari waktu ke waktu
guna memetakan arah perkembangan bisnis CU.
- Mengidentifikasi pola, perubahan
signifikan, potensi risiko, serta kelemahan finansial
CU secara dini sebelum menjadi masalah yang lebih besar.
- Menguasai teknik perhitungan dan
interpretasi 12 Rasio Utama PEARLS untuk mendiagnosa
kesehatan keuangan Kantor Cabang (KC) secara komprehensif.
- Menilai tingkat kesehatan dan
efisiensi operasional CU menggunakan standar pengukuran
internasional yang berlaku di gerakan credit union.
- Meningkatkan kemampuan memecahkan
masalah (problem solving) yang berkaitan dengan dinamika dan
problematika data keuangan.
- Mendukung perumusan strategi,
perencanaan anggaran, dan pengambilan keputusan
berbasis data (data-driven decision making) yang tepat dan
terukur.
- Menyusun Rencana Aksi perbaikan
kinerja keuangan dan penyehatan portofolio berbasis data
laporan keuangan riil dari Kantor Cabang (KC) masing-masing.
Melalui
bekal kompetensi yang komprehensif dan praktik langsung ini, Puskop CU Borneo
berharap 21 (dua puluh satu) orang pengelola yang telah dilatih dapat menjadi
motor penggerak transformasi di CU masing-masing. Dengan kemampuan membaca laporan
keuangan dan risiko di balik angka, manajemen CU Lantang Tipo, CU Pancur Kasih,
dan CU Keluarga Kudus kini siap melangkah ke level pengelolaan yang lebih
profesional, aman, dan terpercaya demi kesejahteraan seluruh anggota.
Penulis: Kolaborasi Staf Diklat dan Pengembangan Anggota dengan Bidang Organisasi, SDM dan Teknologi Informasi Puskop CU Borneo
← Kembali ke daftar berita