diklat

Puskop CU Borneo menggelar diklat analisa laporan keuangan berbasis standar PEARLS untuk pengelola CU Primer Anggota

Diposting TI PUSKOP CU BORNEO 8 September 2026 41x dibaca
Puskop CU Borneo menggelar diklat analisa laporan keuangan berbasis standar PEARLS untuk pengelola CU Primer Anggota

PONTIANAK – Sebagai lembaga sekunder yang mengemban mandat untuk melakukan pembinaan, pengembangan, dan penguatan kapasitas anggotanya, Puskop CU Borneo secara resmi menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Analisa Laporan Keuangan. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula PSE Keuskupan Agung Pontianak selama tiga hari, tepatnya pada 19–21 Agustus 2026

Pelatihan ini diikuti oleh 21 (dua puluh satu) orang peserta yang merupakan perwakilan pengelola dari 3 (tiga) Credit Union (CU) Primer Anggota, yaitu KSP CU Lantang Tipo, KSP CU Pancur Kasih, dan KSP Credit Union Keluarga Kudus. Bertindak sebagai fasilitator dalam kegiatan ini adalah Bapak Yosaphat, S.E., M.M., selaku Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Anggota Puskop CU Borneo yang sangat berpengalaman dalam memfasilitasi kegiatan baik dinternal Puskop CU Borneo maupun CU Primer Anggota, dimana beliau telah tersertifikasi Fasilitator oleh BNSP. 

Menjawab Tantangan Pengelolaan Finansial Modern

Kegiatan ini diinisiasi berdasarkan hasil evaluasi terhadap berbagai kendala nyata yang masih dihadapi oleh CU Primer di lapangan. Selama ini, analisis laporan keuangan di tingkat primer sering kali baru sebatas membaca angka-angka mentah tanpa mendalami makna mendalam serta implikasi strategis di baliknya. Akibatnya, proses pengambilan keputusan manajemen masih lebih banyak bersandar pada pengalaman intuitif (feeling) dibandingkan pada hasil analisis data yang objektif. 

Selain itu, instrumen dan indikator kesehatan keuangan penting seperti standar PEARLS, analisis tren (trend analysis), rasio keuangan, common size analysis, hingga cash flow analysis belum dimanfaatkan secara optimal. Keterbatasan ini membuat manajemen CU kerap mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi akar penyebab masalah krusial, seperti menurunnya kualitas aset produktif, melonjaknya angka kredit lalai (Portfolio at Risk/PAR), rendahnya efisiensi operasional, hingga lemahnya struktur permodalan. Tantangan ini diperparah dengan belum tersedianya dashboard analisis yang mampu mendukung monitoring dan pengambilan keputusan secara cepat dan akurat. 

Melihat urgensi tersebut, Puskop CU Borneo hadir memfasilitasi peningkatan kompetensi para pengelola melalui pelatihan yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman konsep teoritis. Dalam sesi diklat ini, setelah menerima paparan teori dari fasilitator, para peserta langsung diajak praktik melakukan analisa terhadap laporan keuangan dari lembaga masing-masing menggunakan media laptop. Pendekatan praktis ini memastikan para pengelola pulang membawa kemampuan nyata dan interpretasi data yang tajam untuk unit kerja mereka. 

Tujuan dan Sasaran Pelatihan

1.  Secara umum, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas operasional dan analitis peserta dalam menginterpretasikan laporan keuangan serta mendiagnosa kesehatan keuangan unit kerja berbasis standar PEARLS. Melalui kompetensi ini, para pengelola diharapkan mampu mengambil keputusan manajemen risiko dan bisnis yang tepat demi menjaga keberlanjutan (sustainability) CU di masa depan. 

2.    Secara khusus, melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu: 

  • Mengetahui arti penting dan manfaat informasi finansial dalam tata kelola organisasi guna mewujudkan transparansi dan akuntabilitas. 
  • Menguasai teknik analisis rasio keuangan untuk mengukur profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan efisiensi operasional secara akurat. 
  • Melakukan analisis perbandingan vertikal, horizontal, serta tren kinerja dari waktu ke waktu guna memetakan arah perkembangan bisnis CU. 
  • Mengidentifikasi pola, perubahan signifikan, potensi risiko, serta kelemahan finansial CU secara dini sebelum menjadi masalah yang lebih besar. 
  • Menguasai teknik perhitungan dan interpretasi 12 Rasio Utama PEARLS untuk mendiagnosa kesehatan keuangan Kantor Cabang (KC) secara komprehensif. 
  • Menilai tingkat kesehatan dan efisiensi operasional CU menggunakan standar pengukuran internasional yang berlaku di gerakan credit union
  • Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah (problem solving) yang berkaitan dengan dinamika dan problematika data keuangan. 
  • Mendukung perumusan strategi, perencanaan anggaran, dan pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making) yang tepat dan terukur. 
  • Menyusun Rencana Aksi perbaikan kinerja keuangan dan penyehatan portofolio berbasis data laporan keuangan riil dari Kantor Cabang (KC) masing-masing. 

Melalui bekal kompetensi yang komprehensif dan praktik langsung ini, Puskop CU Borneo berharap 21 (dua puluh satu) orang pengelola yang telah dilatih dapat menjadi motor penggerak transformasi di CU masing-masing. Dengan kemampuan membaca laporan keuangan dan risiko di balik angka, manajemen CU Lantang Tipo, CU Pancur Kasih, dan CU Keluarga Kudus kini siap melangkah ke level pengelolaan yang lebih profesional, aman, dan terpercaya demi kesejahteraan seluruh anggota. 

Penulis: Kolaborasi Staf Diklat dan Pengembangan Anggota dengan Bidang Organisasi, SDM dan Teknologi Informasi Puskop CU Borneo

← Kembali ke daftar berita

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Tinggalkan Komentar