Sinergi Lintas PUSKOP Gerakan GKKI: Puskop CU Borneo dan CU Primer Anggota Bedah Rahasia Pemberdayaan Anggota Kopdit Bunga Tanjung
BANDAR LAMPUNG
– Keberhasilan sebuah Credit Union (CU) tidak lagi hanya diukur dari jumlah
aset yang dimiliki lembaga. Pertumbuhan aset yang masif, lonjakan jumlah
anggota, maupun predikat tingkat kesehatan keuangan yang prima barulah sebagian
dari indikator sukses. Jantung keberhasilan CU yang sesungguhnya terletak pada
sejauh mana lembaga mampu membangun komunitas anggota yang aktif, mandiri,
produktif, dan memiliki kualitas hidup yang terus meningkat secara
berkelanjutan.
Semangat filosofis
inilah yang melandasi Puskop CU Borneo untuk menyelenggarakan kegiatan Studi
Pengembangan-Pemberdayaan Anggota & Kelompok, yang berlangsung pada 9–11
September 2026 di Kopdit Bunga Tanjung, Bandar Lampung.
Kegiatan ini
terselenggara berkat kolaborasi erat antara Puskopdit Caraka Utama Bandar
Lampung dengan Puskop CU Borneo. Fokus utama dari studi banding ini
adalah mendalami pemahaman tentang komunitas yang telah berhasil dibina oleh
Kopdit Bunga Tanjung.
Dalam pelaksanaan
agenda ini, Puskop CU Borneo sebenarnya melibatkan 5 CU Primer Anggota. Namun,
pada kesempatan kali ini, dua CU Primer yang dapat berpartisipasi dan
mengirimkan utusannya yaitu KSP CU Lantang Tipo dan KSP Credit
Union Keluarga Kudus.
Kegiatan ini sejalan
dengan visi dan misi Puskop CU Borneo, yaitu memperkuat gerakan Credit Union
melalui tata kelola yang sehat, kuat, dan terintegrasi. Sebagai pusat penguatan
gerakan CU yang inovatif, terpercaya, dan berkelanjutan, Puskop CU Borneo
memandang penting adanya ruang pembelajaran langsung (benchmarking) ke
lembaga yang telah terbukti berhasil.
Kopdit Bunga Tanjung
dipilih karena reputasinya yang kuat dalam mengeksplorasi dan menerapkan
berbagai praktik baik (best practices). Mereka dinilai sukses
mengintegrasikan sistem pendidikan anggota, pengorganisasian komunitas,
pemberdayaan ekonomi riil, penguatan kelembagaan internal, kaderisasi yang
regeneratif, hingga pembangunan jejaring sosial yang berdampak langsung pada
kesejahteraan anggota. Salah satu fokus utama yang didalami adalah keberhasilan
pengelolaan kelompok binaan di sektor usaha hortikultura.
Secara umum, kegiatan
ini dirancang untuk memberikan empat manfaat konkret bagi pengembangan
kapasitas internal di CU:
- Peningkatan Kompetensi Profesional
Staf: Membekali staf pemberdayaan dengan
keterampilan teknis dan manajerial yang matang guna mendampingi anggota
dalam mengembangkan usaha hortikultura secara profesional, terencana, dan
berkelanjutan.
- Penguatan Peran Staf sebagai
Fasilitator: Mentransformasi peran staf agar
mampu mengidentifikasi potensi usaha anggota, memberikan edukasi yang
tepat sasaran, serta memfasilitasi pengembangan lini usaha
produktif.
- Sistematisasi Program Pemberdayaan:
Menata ulang kualitas program pemberdayaan melalui metode pendampingan
yang lebih sistematis, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan riil
anggota.
- Dampak Nyata pada Produktivitas
Anggota: Mendorong peningkatan
produktivitas dan pendapatan anggota secara signifikan melalui penerapan
praktik budidaya hortikultura yang baik (Good Agricultural Practices).
Untuk memastikan keberlanjutan program dan akuntabilitas studi ini, terdapat tujuh hasil utama yang ditargetkan tercapai pasca-kegiatan:
1. Teridentifikasinya best practices
pengembangan komunitas yang diterapkan di Kopdit Bunga Tanjung.
2. Meningkatnya kapasitas peserta
dalam merancang program pemberdayaan komunitas yang efektif.
3. Adanya inovasi program
pengembangan komunitas baru yang siap untuk diterapkan CU Primer Anggota.
4. Terbangunnya jejaring kerja sama
yang semakin solid dan integratif antar-Credit Union yang terlibat.
5. Tersusunnya rencana aksi (Action
Plan) konkret yang akan dieksekusi oleh peserta
pasca-studi selesai.
6. Tersusunnya dokumen hasil studi
pengembangan komunitas sebagai bahan rujukan dan literasi internal.
7. Tersusunnya rekomendasi
implementasi yang strategis bagi Puskop CU Borneo
dalam mengawal program ke depan.
Melalui kegiatan
kolaboratif yang berlangsung selama tiga hari ini, para peserta diharapkan
dapat membawa pulang poin-poin pembelajaran berharga untuk diimplementasikan di
lembaga masing-masing peserta.
Penulis: Kolaborasi Kabid. Pengembangan Anggota dengan Bidang Organisasi, SDM dan Teknologi Informasi Puskop CU Borneo
← Kembali ke daftar berita