federasi

Sinergi Lintas PUSKOP Gerakan GKKI: Puskop CU Borneo dan CU Primer Anggota Bedah Rahasia Pemberdayaan Anggota Kopdit Bunga Tanjung

Diposting TI PUSKOP CU BORNEO 10 September 2026 45x dibaca
Sinergi Lintas PUSKOP Gerakan GKKI: Puskop CU Borneo dan CU Primer Anggota Bedah Rahasia Pemberdayaan Anggota Kopdit Bunga Tanjung

BANDAR LAMPUNG – Keberhasilan sebuah Credit Union (CU) tidak lagi hanya diukur dari jumlah aset yang dimiliki lembaga. Pertumbuhan aset yang masif, lonjakan jumlah anggota, maupun predikat tingkat kesehatan keuangan yang prima barulah sebagian dari indikator sukses. Jantung keberhasilan CU yang sesungguhnya terletak pada sejauh mana lembaga mampu membangun komunitas anggota yang aktif, mandiri, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang terus meningkat secara berkelanjutan. 

Semangat filosofis inilah yang melandasi Puskop CU Borneo untuk menyelenggarakan kegiatan Studi Pengembangan-Pemberdayaan Anggota & Kelompok, yang berlangsung pada 9–11 September 2026 di Kopdit Bunga Tanjung, Bandar Lampung

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi erat antara Puskopdit Caraka Utama Bandar Lampung dengan Puskop CU Borneo. Fokus utama dari studi banding ini adalah mendalami pemahaman tentang komunitas yang telah berhasil dibina oleh Kopdit Bunga Tanjung. 

Dalam pelaksanaan agenda ini, Puskop CU Borneo sebenarnya melibatkan 5 CU Primer Anggota. Namun, pada kesempatan kali ini, dua CU Primer yang dapat berpartisipasi dan mengirimkan utusannya yaitu KSP CU Lantang Tipo dan KSP Credit Union Keluarga Kudus

Kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi Puskop CU Borneo, yaitu memperkuat gerakan Credit Union melalui tata kelola yang sehat, kuat, dan terintegrasi. Sebagai pusat penguatan gerakan CU yang inovatif, terpercaya, dan berkelanjutan, Puskop CU Borneo memandang penting adanya ruang pembelajaran langsung (benchmarking) ke lembaga yang telah terbukti berhasil. 

Kopdit Bunga Tanjung dipilih karena reputasinya yang kuat dalam mengeksplorasi dan menerapkan berbagai praktik baik (best practices). Mereka dinilai sukses mengintegrasikan sistem pendidikan anggota, pengorganisasian komunitas, pemberdayaan ekonomi riil, penguatan kelembagaan internal, kaderisasi yang regeneratif, hingga pembangunan jejaring sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan anggota. Salah satu fokus utama yang didalami adalah keberhasilan pengelolaan kelompok binaan di sektor usaha hortikultura. 

Secara umum, kegiatan ini dirancang untuk memberikan empat manfaat konkret bagi pengembangan kapasitas internal di CU: 

  • Peningkatan Kompetensi Profesional Staf: Membekali staf pemberdayaan dengan keterampilan teknis dan manajerial yang matang guna mendampingi anggota dalam mengembangkan usaha hortikultura secara profesional, terencana, dan berkelanjutan. 
  • Penguatan Peran Staf sebagai Fasilitator: Mentransformasi peran staf agar mampu mengidentifikasi potensi usaha anggota, memberikan edukasi yang tepat sasaran, serta memfasilitasi pengembangan lini usaha produktif. 
  • Sistematisasi Program Pemberdayaan: Menata ulang kualitas program pemberdayaan melalui metode pendampingan yang lebih sistematis, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan riil anggota. 
  • Dampak Nyata pada Produktivitas Anggota: Mendorong peningkatan produktivitas dan pendapatan anggota secara signifikan melalui penerapan praktik budidaya hortikultura yang baik (Good Agricultural Practices). 

Untuk memastikan keberlanjutan program dan akuntabilitas studi ini, terdapat tujuh hasil utama yang ditargetkan tercapai pasca-kegiatan: 

1. Teridentifikasinya best practices pengembangan komunitas yang diterapkan di Kopdit Bunga Tanjung. 

2. Meningkatnya kapasitas peserta dalam merancang program pemberdayaan komunitas yang efektif. 

3. Adanya inovasi program pengembangan komunitas baru yang siap untuk diterapkan CU Primer Anggota. 

4. Terbangunnya jejaring kerja sama yang semakin solid dan integratif antar-Credit Union yang terlibat. 

5. Tersusunnya rencana aksi (Action Plan) konkret yang akan dieksekusi oleh peserta pasca-studi selesai. 

6. Tersusunnya dokumen hasil studi pengembangan komunitas sebagai bahan rujukan dan literasi internal. 

7. Tersusunnya rekomendasi implementasi yang strategis bagi Puskop CU Borneo dalam mengawal program ke depan. 

Melalui kegiatan kolaboratif yang berlangsung selama tiga hari ini, para peserta diharapkan dapat membawa pulang poin-poin pembelajaran berharga untuk diimplementasikan di lembaga masing-masing peserta. 

Lebih lanjut, penguatan kapasitas staf dan perumusan rencana aksi ini akan bermuara pada lahirnya anggota-anggota Credit Union yang mandiri secara financial. Ketika anggota mampu mengelola usahanya secara produktif dan mandiri, maka kesejahteraan keluarga akan meningkat, komunitas lokal semakin solid, dan gerakan Credit Union semakin tangguh sebagai pilar ekonomi yang berkelanjutan.

Penulis: Kolaborasi Kabid. Pengembangan Anggota dengan Bidang Organisasi, SDM dan Teknologi Informasi Puskop CU Borneo

← Kembali ke daftar berita

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Tinggalkan Komentar